“New Experience”
Bazma Scholars Gathering 2018 ini menjadi ajang silahturahmi antar beswan bazma dan pengurus lainnya dari batch 1 hingga batch 4. Bagi saya ini adalah new experience yang saya dapatkan sebagai penerima beasiswa, bertemu dengan teman dari mana-mana, dari berbagai macam program studi dan universitas, serta dapat berjumpa dengan banyak orang hebat dari Pertamina. Awal pertemuan di titik kumpul Masjid Istiqlal merupakan langkah pertama untuk mengenal teman bazma selangkah lebih jauh, dengan wajah penuh semangat dan senyum saling menyapa satu sama lain.
Tiba di Anyer, kami disambut oleh pelayanan Hotel Patra Comfort Anyer yang cukup menyenangkan. Makan siang dengan berbagai menu yang sangat enak, sungguh menggugah selera makan. Akhirnya saya bertemu langsung dengan teman sekamar di nomer 4, ada Kak Isni, Kak Risni, Kak Rere, dan Desy. Setelah itu kami masuk kedalam sebuah aula pertemuan untuk diskusi yang begitu bagus dan luas. Bangku yang dibentuk meja bundar sudah seperti tempat diskusi yang sangat pas. Awal acara dipandu oleh dua MC yang hitz banget ada Kak Ihda aka Milea dan Kak Ulfa aka Wati, kedunya saling melengkapi satu sama lain dalam membawakan acara sambil dicampur dengan caandaan logat khas jawa dan dilan yang saat ini masih sering diperbincangkan. Terlebih dengan kata yang selalu mereka katakan “ilmu disini adalah daging semua, tidak ada tulangnya”.
Masuk sesi pertama seminar bersama Pak Dofa Purnomo (Assistant Manager Board Strategy Support and Coorporate Data. PT. Pertamina) dengan tema “Leadership” membuat mata yang mulai mengantuk jadi cerah kembali. Pembawaannya yang sangat fresh, membuat saya menjadi antusias untuk menyimaknya. Pembelajaran Leadership dapat kita ikuti dari para orang hebat terdahulu yang ada didunia, seperti; pada era kepemimpinan Presiden Soekarno yang berhasil membangun kerjasama dengan Al-Jazair sehingga PT. Pertamina dapat mudah bekerjsama dalam urusan perminyakan. Ada pula Presiden Amerika George Bush yang memiliki atittude sangat baik, seperti yang diceritakan beliau bahwa seorang George Bush saja pernah meminta maaf kepada para wartawan karena telah mengganggu waktu mereka di akhir pekan sehingga harus bekerja, yang mana bahkan jarang sekali dilakukan oleh petinggi negara ataupun perusahaan besar untuk meminta maaf atas kesalahan yang mereka perbuat. Sampai John F. Kennedy yang tetap terlihat tenang dan fresh disaat keadaannya yang lelah dan banyak pikiran saat melakukan kampanye. Jadi untuk menjadi pemimpin yang sukses yang terpenting adalah mampu memiliki ability, effort, attitude, sehingga patut kita tiru.
Dalam sesi kedua bersama Pak Ihsanuddin Usman (SVP Human Capitol. PT. Pertamina) dengan Tema “Exponential Abudance, How To Grow 10x Better”. Bagi saya kata itu memang asing didengar, maka membuat saya penasaran apa maksudnya. Ternyata adalah bagaimana kita bisa melangkah untuk maju 10x lebih jauh atau lebih baik. Throwback bahwa semua barang dalam kurun waktu kurang lebih 5-10 tahun saja harga suatu barang akan berubah menjadi lebih murah dengan keahlian yang lebih canggih dan lengkap (Demontized). Contohnya seperti sebuah handphone yang dulunya berharga miliaran dollar dengan kemampuan yang terbatas, kini hanya seharga 2 jutaan saja dengan kemampuan yang sangat lengkap. Maka dari itu akan terjadi sebuah exsponential shocks dimasa depan. Bahkan setiap barang mahal yang saat ini sangat limited, dimasa yang akan datang akan dimiliki oleh semua orang yang biasa disebut (democratized). Saat ini teknologi sudah semakin canggih dan pasti terus akan berkembang seiring majunya perkembangan ilmu pengetahuan. Seperti saat ini sudah ada Self-driving yang sangat memudahkan manusia dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang saat ini sering kali terjadi, bahkan sudah ada untuk ukuran truck yang memudahkan pengemudi truk jikalau kelelahan agar bisa beristirahat sebentar tanpa harus berhenti dahulu. Ada teknologi 3D–Printing mulai dari sebuah motor, mobil, rumah, bahkan organ tubuh manusia pun bisa salah satunya ginjal yang saaat ini sangat menelan banyak korban karena obesitas, sehingga dapat diprediksi bahwa pada tahun 2040-2045 angka harapan hidup manusia sudah diatas 60 tahun karena teknologi ini. Selanjutnya ada Space x Rocket yang memudahkan manusia untuk berpergian antar negara dengan lebih cepat hanya membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit sampai 1 jam dengan menggunakan roket. Terlebih roket yang digunakan menggunakan pelucur recycle dan dapat kembali ke tempat semula sehingga tidak memakan banyak biaya. Dan masih banyak lagi seperti; house protable sampai senjata drone miliki militer yang dapat menembakan peluru langsung ke saraf otak seseorang yang sudah ditetapkan, bahkan nuklir saja sudah tak diperlukan lagi.
Sesi berikutnya bersama Pak Susilo (Ketua Umum Baituzzakah Pertamina) dengan Tema “Menjadi Pemenang tanpa Mengalahkan”. Itulah cara agar menjadi pemenang dengan cara mencari kekurangan dari ide orang lain. Seperti yang beliau katakan Jangan salahkan orangnya tetapi cari kesalahan dari ide yang digagasnya. “The best way to destroy an enemy is to make him your friend” – Abraham Lincoln. Jadi untuk menyingkirkan mereka adalah dengan membuat mereka menjadi teman kita. Seseorang jika ingin menjadi pemenang harus focus pada idenya dan mengerokesi lebih dalam lawannya, sehingga kita bertarung dengan ide dan gagasan yang kita buat. Yang terakhir bersama Kak Anjas Jati Kesuma (Jr. Analysis G to G. Bussiness Initiatives. PT. Pertamina Persero) dan Kak Rendhi Prakoso tentang pentingnya berOrganisasi. Latar belakang orang muda hebat ini sangatlah luarbiasa, tak kalah dengan yang tua. Sebelum Kak Rendhi berkata mengenai menyembunyikan amalan yang kita perbuat. Berbuat baik itu jangan pernah dicampur dengan rasa ria atau pamer, setiap perbuatan baik yang kita perbuat jangan pernah mendambakan akan sebuah pujian dari orang lain. Kesungguhan hati kita lah yang akan mengantarkan kita kepada kesuksesan. Sama halnya dalam berorganisasi, kita bekerja keras untuk bekal kita nanti bukan ingin mendapatkan pujian. Seperti yang dikatakan Kak Anjas ternyata Organisasi yang pernah atau saat ini kita geluti, sangat bermanfaat untuk kehidupan kerja kita dimasa depan. Apalah arti IPK besar, jikalau masih kupu-kupu (kuliah-pulang). Orang yang berorganisasi akan mampu mengatur jadwal mereka, terbiasa berkoordinasi dengan orang lain, mengatur SDM, hingga menjalin kerjasama dalam sebuah team work. Kenapasih kita harus ikut organisasi? Organisasi menjadi langkah pertama persiapan kita dalam dunia kerja, kita akan terlatih untuk mengetahui kenapa, bagaimana, apa saja yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang kita kerjakan nanti. Seperti berinteraksi dengan orang banyak, mengurus program kerja yang akan dijalankan, mengurus aset, dan merencanakan rancangan keuangan biaya yang dibutuhkan. Mengulik dari orang terkaya No.1 di dunia saat ini adalah pemiliki Amazon yaitu Jeff Bezos. Dia mengajarkan bagaimana memilih pekerjaan yang tepat untuk kita dengan melihat dari 3 keahlian dan minat bakat yang kita miliki, dari ketiganya kita harus mencari titik tengah atau sweet spot yang mencakupi ketiganya. Dan itulah gambaran pekerjaan yang cocok untuk menjadi pekerjaan kita.
Namun muncul lah sebuah pertanyaan dalam benak diri saya apakah pada tahun 2040-2045 dunia ini akan berjalan bersamaan dengan kehidupan robot? Dan dimanakah pernah manusia sebagai makhluk sosial dimasa depan nanti akan tetap berjalan? Yang mana dapat diketahui bahwa saat ini saja teknologi sudah menghapus adanya ruang dan waktu, artinya yang dekat menjadi jauh dan yang jauh menjadi dekat. Bisa saja interaksi secara langsung nanti akan sudah tidak ada, dan manusia sudah tidak dikatakan sebagai makhluk sosial lagi. Lalu apakah dampak bagi Indonesia kedepan nanti dan Bagaimana nasib para suku pedalaman yang ada seperti Suku Baduy, Suku Asmat, dan Kampung Naga yang saat ini masih tetap mempertahankan tradisional yang mereka punya. Akankah nanti di dunia ini orang sudah makmur dan sejahtera semua, tidak ada lagi yang merasa kekurangan. Menjadi tandanya akan kiamat sesuai dengan yang dituliskan dalam Al-Qur’an, Wallahu A’lam semua adalah kehendak Allah SWT, Kun Fa’yakun jika akan terjadi maka terjadilah.
Bazma Scholars Gathering 2018 ini menjadi ajang silahturahmi antar beswan bazma dan pengurus lainnya dari batch 1 hingga batch 4. Bagi saya ini adalah new experience yang saya dapatkan sebagai penerima beasiswa, bertemu dengan teman dari mana-mana, dari berbagai macam program studi dan universitas, serta dapat berjumpa dengan banyak orang hebat dari Pertamina. Awal pertemuan di titik kumpul Masjid Istiqlal merupakan langkah pertama untuk mengenal teman bazma selangkah lebih jauh, dengan wajah penuh semangat dan senyum saling menyapa satu sama lain.
Tiba di Anyer, kami disambut oleh pelayanan Hotel Patra Comfort Anyer yang cukup menyenangkan. Makan siang dengan berbagai menu yang sangat enak, sungguh menggugah selera makan. Akhirnya saya bertemu langsung dengan teman sekamar di nomer 4, ada Kak Isni, Kak Risni, Kak Rere, dan Desy. Setelah itu kami masuk kedalam sebuah aula pertemuan untuk diskusi yang begitu bagus dan luas. Bangku yang dibentuk meja bundar sudah seperti tempat diskusi yang sangat pas. Awal acara dipandu oleh dua MC yang hitz banget ada Kak Ihda aka Milea dan Kak Ulfa aka Wati, kedunya saling melengkapi satu sama lain dalam membawakan acara sambil dicampur dengan caandaan logat khas jawa dan dilan yang saat ini masih sering diperbincangkan. Terlebih dengan kata yang selalu mereka katakan “ilmu disini adalah daging semua, tidak ada tulangnya”.
Masuk sesi pertama seminar bersama Pak Dofa Purnomo (Assistant Manager Board Strategy Support and Coorporate Data. PT. Pertamina) dengan tema “Leadership” membuat mata yang mulai mengantuk jadi cerah kembali. Pembawaannya yang sangat fresh, membuat saya menjadi antusias untuk menyimaknya. Pembelajaran Leadership dapat kita ikuti dari para orang hebat terdahulu yang ada didunia, seperti; pada era kepemimpinan Presiden Soekarno yang berhasil membangun kerjasama dengan Al-Jazair sehingga PT. Pertamina dapat mudah bekerjsama dalam urusan perminyakan. Ada pula Presiden Amerika George Bush yang memiliki atittude sangat baik, seperti yang diceritakan beliau bahwa seorang George Bush saja pernah meminta maaf kepada para wartawan karena telah mengganggu waktu mereka di akhir pekan sehingga harus bekerja, yang mana bahkan jarang sekali dilakukan oleh petinggi negara ataupun perusahaan besar untuk meminta maaf atas kesalahan yang mereka perbuat. Sampai John F. Kennedy yang tetap terlihat tenang dan fresh disaat keadaannya yang lelah dan banyak pikiran saat melakukan kampanye. Jadi untuk menjadi pemimpin yang sukses yang terpenting adalah mampu memiliki ability, effort, attitude, sehingga patut kita tiru.
Dalam sesi kedua bersama Pak Ihsanuddin Usman (SVP Human Capitol. PT. Pertamina) dengan Tema “Exponential Abudance, How To Grow 10x Better”. Bagi saya kata itu memang asing didengar, maka membuat saya penasaran apa maksudnya. Ternyata adalah bagaimana kita bisa melangkah untuk maju 10x lebih jauh atau lebih baik. Throwback bahwa semua barang dalam kurun waktu kurang lebih 5-10 tahun saja harga suatu barang akan berubah menjadi lebih murah dengan keahlian yang lebih canggih dan lengkap (Demontized). Contohnya seperti sebuah handphone yang dulunya berharga miliaran dollar dengan kemampuan yang terbatas, kini hanya seharga 2 jutaan saja dengan kemampuan yang sangat lengkap. Maka dari itu akan terjadi sebuah exsponential shocks dimasa depan. Bahkan setiap barang mahal yang saat ini sangat limited, dimasa yang akan datang akan dimiliki oleh semua orang yang biasa disebut (democratized). Saat ini teknologi sudah semakin canggih dan pasti terus akan berkembang seiring majunya perkembangan ilmu pengetahuan. Seperti saat ini sudah ada Self-driving yang sangat memudahkan manusia dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang saat ini sering kali terjadi, bahkan sudah ada untuk ukuran truck yang memudahkan pengemudi truk jikalau kelelahan agar bisa beristirahat sebentar tanpa harus berhenti dahulu. Ada teknologi 3D–Printing mulai dari sebuah motor, mobil, rumah, bahkan organ tubuh manusia pun bisa salah satunya ginjal yang saaat ini sangat menelan banyak korban karena obesitas, sehingga dapat diprediksi bahwa pada tahun 2040-2045 angka harapan hidup manusia sudah diatas 60 tahun karena teknologi ini. Selanjutnya ada Space x Rocket yang memudahkan manusia untuk berpergian antar negara dengan lebih cepat hanya membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit sampai 1 jam dengan menggunakan roket. Terlebih roket yang digunakan menggunakan pelucur recycle dan dapat kembali ke tempat semula sehingga tidak memakan banyak biaya. Dan masih banyak lagi seperti; house protable sampai senjata drone miliki militer yang dapat menembakan peluru langsung ke saraf otak seseorang yang sudah ditetapkan, bahkan nuklir saja sudah tak diperlukan lagi.
Sesi berikutnya bersama Pak Susilo (Ketua Umum Baituzzakah Pertamina) dengan Tema “Menjadi Pemenang tanpa Mengalahkan”. Itulah cara agar menjadi pemenang dengan cara mencari kekurangan dari ide orang lain. Seperti yang beliau katakan Jangan salahkan orangnya tetapi cari kesalahan dari ide yang digagasnya. “The best way to destroy an enemy is to make him your friend” – Abraham Lincoln. Jadi untuk menyingkirkan mereka adalah dengan membuat mereka menjadi teman kita. Seseorang jika ingin menjadi pemenang harus focus pada idenya dan mengerokesi lebih dalam lawannya, sehingga kita bertarung dengan ide dan gagasan yang kita buat. Yang terakhir bersama Kak Anjas Jati Kesuma (Jr. Analysis G to G. Bussiness Initiatives. PT. Pertamina Persero) dan Kak Rendhi Prakoso tentang pentingnya berOrganisasi. Latar belakang orang muda hebat ini sangatlah luarbiasa, tak kalah dengan yang tua. Sebelum Kak Rendhi berkata mengenai menyembunyikan amalan yang kita perbuat. Berbuat baik itu jangan pernah dicampur dengan rasa ria atau pamer, setiap perbuatan baik yang kita perbuat jangan pernah mendambakan akan sebuah pujian dari orang lain. Kesungguhan hati kita lah yang akan mengantarkan kita kepada kesuksesan. Sama halnya dalam berorganisasi, kita bekerja keras untuk bekal kita nanti bukan ingin mendapatkan pujian. Seperti yang dikatakan Kak Anjas ternyata Organisasi yang pernah atau saat ini kita geluti, sangat bermanfaat untuk kehidupan kerja kita dimasa depan. Apalah arti IPK besar, jikalau masih kupu-kupu (kuliah-pulang). Orang yang berorganisasi akan mampu mengatur jadwal mereka, terbiasa berkoordinasi dengan orang lain, mengatur SDM, hingga menjalin kerjasama dalam sebuah team work. Kenapasih kita harus ikut organisasi? Organisasi menjadi langkah pertama persiapan kita dalam dunia kerja, kita akan terlatih untuk mengetahui kenapa, bagaimana, apa saja yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang kita kerjakan nanti. Seperti berinteraksi dengan orang banyak, mengurus program kerja yang akan dijalankan, mengurus aset, dan merencanakan rancangan keuangan biaya yang dibutuhkan. Mengulik dari orang terkaya No.1 di dunia saat ini adalah pemiliki Amazon yaitu Jeff Bezos. Dia mengajarkan bagaimana memilih pekerjaan yang tepat untuk kita dengan melihat dari 3 keahlian dan minat bakat yang kita miliki, dari ketiganya kita harus mencari titik tengah atau sweet spot yang mencakupi ketiganya. Dan itulah gambaran pekerjaan yang cocok untuk menjadi pekerjaan kita.
Namun muncul lah sebuah pertanyaan dalam benak diri saya apakah pada tahun 2040-2045 dunia ini akan berjalan bersamaan dengan kehidupan robot? Dan dimanakah pernah manusia sebagai makhluk sosial dimasa depan nanti akan tetap berjalan? Yang mana dapat diketahui bahwa saat ini saja teknologi sudah menghapus adanya ruang dan waktu, artinya yang dekat menjadi jauh dan yang jauh menjadi dekat. Bisa saja interaksi secara langsung nanti akan sudah tidak ada, dan manusia sudah tidak dikatakan sebagai makhluk sosial lagi. Lalu apakah dampak bagi Indonesia kedepan nanti dan Bagaimana nasib para suku pedalaman yang ada seperti Suku Baduy, Suku Asmat, dan Kampung Naga yang saat ini masih tetap mempertahankan tradisional yang mereka punya. Akankah nanti di dunia ini orang sudah makmur dan sejahtera semua, tidak ada lagi yang merasa kekurangan. Menjadi tandanya akan kiamat sesuai dengan yang dituliskan dalam Al-Qur’an, Wallahu A’lam semua adalah kehendak Allah SWT, Kun Fa’yakun jika akan terjadi maka terjadilah.
Terlepas dari materi yang saya dapatkan, masih banyak keseruan lainnya. Hotel Patra Comfort Anyer yang berbatasan langsung dengan pantai menambah indahnya syahdu pemandangan dari kamar. Makan 3x sehari yang puas dengan berbagai macam menu, sangat membuat anak kos menjadi ketagihan. Bisa dibilang perbaikan gizi hehe, apalagi all you can eat. Menu favorite saya ada saat breakfast, karena menunya banyak banget jadi tinggal milih mau yang mana. Apalagi makannya di pinggir pantai, bikin betah deh tiap hari begitu. Di akhir acara, kita ada Night Vaganza ala ala pensi gitu deh. Banyak hal seru yang terjadi mulai dari pertunjukan boneka, menyanyi, drama upin ipin, kehidupan beswan bazma, adu silat, hingga pantun. UNJ berhasil menjadi salah satu penampil terbaik berkat Abdul dengan sulap yang kosong kosong, tapi ngena banget dtemen-temen semua. Hari terakhir kami main air di pantai, mulai dari acara senam tapi ga hafal instrukturnya, foto dengan smoke bomb, ala ala colour run dengan magic powder, lomba bakiak, sampai lomba Tarik tambang yang tak adil masanya tak seimbang. Sampai antri lama untuk gantian naik banana boat. Pokoknya seru banget, sampe gamau pulang buat dapetin vitamin sea hahaha. Anyer, take me back please 😊
Komentar
Posting Komentar