Langsung ke konten utama

Peranan Militer Terbatas Amerika Serikat di Muangthai dan Philipina

Amerika Serikat menganggap Filiphina dan Thailand sebagai sekutu mereka , selain memang karena adanya Pakta Manila dan juga Perjanjian Rhusk-Thannat 1962, Amerika Serikat menyadari perkembangan keamanan kawasan tidak begitu menggembirakan, baik Muangthai maupun Filiphina, menghadapi ancaman eksternal yang sama yaitu ancaman komunisme dan peningkatan kekuatan Uni Soviet melalui Vietnam sebagai akibat persaingan Cina dan Uni Soviet.

Hubungan Amerika Serikat-Muangthai : Ancaman  Indochina

Vietnam sebagai Sumber Ancaman
Setelah pendudukan Vietnam atas Kamboja, ada perkiraan bahwa sasaran Vietnam mungkin sekali adalah Muangthai bagian timur laut. Selain itu, ancaman datang juga dari Laos, karena terdapat kegiatan-kegiatan rahasia antara Vietnam dan Laos. Selain perkiraan itu, hubungan antara Laos dan Muangthai tidak harmonis sejak adanya masalah pengungsi Laos ketika muncul tuduhan dari Laos bahwa Muangthai telah menggerakkan pengungsi Laos yang berada di Muangthai sejak tahun 1975 untuk melawan Laos.

Ancaman ini juga erat sekali dengan tingkat kemampuan militer Muangthai yang jauh kekuatan militer Vietnam. Jumlah pasukan darat Muangthai hanya 160 ribu pasukan, sedangkan Vietnam memiliki pasukan sebanyak 1 juta pasukan yang telah ditempatkan sebanyak 200 ribu di Kamboja dan sebanyak 50 ribu pasukan , yang diantara mereka berpengalaman perang dalam Perang Vietnam dan Amerika Serikat, belum lagi bantuan yang tidak hentinya dari pihak Uni Soviet maupun hasil jarahan saat perang saat perang Vietnam – Amerika Serikat.

Muangthai Berpaling ke Cina
Mengetahui kondisi serba sulit yang dialami Muangthai , Cina menawarkan bantuan kepada Muangthai. Hal ini tidak lepas dari kebutuhan Cina untuk mendukung rezim Pol-Pot yang terletak di perbatasan Muangthai-Kamboja. Dan tawaran ini disamput baik oleh Muangthai dengan mengizinkan suplai senjata, beras, dan lain-lain melalui perbatasan Muangthai dan memberi fasilitas Istirahat dan pengobatan pada rezim Pol Pot. Hali ini dimaklumi karena jika Muangthai berpaling pada vIetnam, Muangthai akan menghadapi ancaman besar yaitu Cina.

Amerika sebagai Sumber Bantuan
Muangthai juga berusaha mendekati Amerika Serikat. Sasaran Pemerintah Muangtai adalah (a) Memperkuat hubungan keamanan dengan Washington dan mendesaknya agar menunjukkan komitmen yang lebih terperinci pada pertahanan Muangthai (b) berusaha mempertahankan kebijakan Amerika Serikat yang menyeluruh sejalan dengan strateginya untuk mengisolasi Vietnam dan bonekanya di Phnom Penh.
Hal ini ditanggapi positif oleh Amerika Serikat karena Amerika Serikat memang tidak ingin Muangthai jatuh ketangan Komunis. Amerika Memberikan bantuan dalam bentuk jet tempur (22 buah), tank patron (100 buah), meriam bernilai 3,5 juta dollar, dan bantaun pada 1981 diperkirakan sebanyak 70 juta dollar.

Hal yang dilakukan Amerika untuk “Keseimbangan Kawasan”  ini, amat bermanfaat dalam menghadapi ancaman komunis.

Analisis  :
            Berdasarkan analisis kami hali ini erat kaitannya dengan Periode Perang Dingin yang melanda dunia setelah Perang Dunia 2 berakhir  dan melahirkan dua kekuatan besar yaitu Uni Soviet dan Amerika Serikat. Perang adu urat ini terjadi sejak  tahun 1947 sampai  dengan tahun 1991. Periode antara 1979-1985 adalah periode dimana meningkatnya kembali ketegangan antara kedua belah pihak. Atau disebut Perang Dingin Periode Kedua Seiring dengan naiknya Presiden Reagan, Ia mencanangkan Doktrin Reagan, yang isinya menangkal adanya pengaruh Uni Soviet dengan meningkatkan kapasitas militer Amerika Serikat.  

Terjadi perpecahan anata Uni Soviet dengan Cina sejak turunnya Stanlin. Dan adanya Destanliniasi oleh pengganti Stanlin, membuat Cina yang kala itu dipimpin oleh Mao Zedong yang merupakan penggemar Stanlin merasa bahwa Rusia tidak lagi mengusung dengan sungguh-sungguh komunisme dan berniat menjadikan Cina menjadi poros komunisme dunia. Hal ini menjadikan konflik di  Asia Tenggara muncul dari pertentangan 2 ideologi dan 3 negara besar. Uni Soviet dengan Vietnam, Cina dengan Kamboja, dan Amerika Serikat bersekutu dengan Negara non komunis seperti Muangthai dan Filipina.



“PERANAN MILITER TERBATAS AMERIKA SERIKAT DI PHILIPINA”

Bagi Amerika Serikat (AS), Philipina (PH) merupakan tembok terdepan disebelah utara Asia Tenggara dari gempuran komunisme, terutama dari China. Apalagi Uni soviet diperkirakan menambah 73 kapal permukaan (9 kapal penjelajah, 29 kapal pemburu, dan 35 frigat) dan mereka (Uni Soviet dan Vietnam) berminat pada Laut Cina Selatan serta pulau – pulau yang ada disana dekat dengan Philipina. Apabila Philipina jatuh ketangan komunis, menurut teori domino yang dianut Amerika, wilayah – wilayah diselatannya akan mengikuti. Philipina juga merupakan garis pelindung Amerika di Asia Pasifik dari serangan negara lain, dan perannya tak kalah penting adalah sebagai penjamin kepentingan ekonomi Amerika Serikat. Misi Amerika adalah ingin membantu memperkuat pertahan negara – negara nonkomunis untuk menghadapi Uni Soviet, dalam prokernya untuk turut menjaga kepentingan keamanan regional Amerika di Asia Pasifik. Karena satu – satunya cara mencegah terjadinya Perang Dunia III adalah “Amerika Serikat harus kuat dan harus disokong oleh sebagian besar negara – negara dunia ketiga”.
AS harus menutup persebaran jalurnya komunis di Asia tenggara, setidaknya untuk mengimbangi kekuatan Uni Soviet setelah Amerika sempat menarik diri dari Asia Pasifik. Salah satunya Amerika harus bekerjasama dengan Philipina, AS harus memiliki atau menguasai suatu pangkalan yang ada disana. Dengan cara memperkuat pangkalan – pangkalan Amerika yaitu Pangkalan Laut di Teluk Subic dan Pangkalan Udara di Teluk Clark. Pada 7 Januari 1979 dibawah pemerintahan Presiden AS Jimmy Carter (Pres. ke-39 1977-1981) AS ingin memperbaharui perjanjian Militer yang pada 14 Maret 1947, berisikan bahwa AS bebas membangun 16 pangkalan – pangkalan di Philipina termasuk 2 pangkalan Subic dan Clark dan mengijinkan AS untuk mempertahankan instalasi pertahanannya sampai dengan 1983. Isi perjanjian pembaharuan itu yang intinya menyatakan bahwa Phlipina memegang hak penuh dalam setiap pangkalan - pangkalan itu,  dan Carter juga menjanjikan bantuan militer AS $500 juta bagi Ph selama tahun fiskal 1980 – 1984 yang terdiri atas bantuan militer AS$ 50 juta; kredit penjualan militer asing sebanyak AS$ 250 juta; dan bantuan tunjangan kemanan sebanyak AS$ 200 juta.
Setelah diperbaharuinya perjanjian itu muncul kelompok – kelompok komunis dan kelompok – kelompok radikal anti AS karena mereka fikir kehadiran AS di pangkalan itu tidak akan meningkatkan pengaruh kebudayaan, ekonomi, dan politik Amerika, sebaliknya condong untuk meningkatkan rasa Anti Amerika diantara mereka, karena nasionalisme, harga diri, dan kebangsaan mereka yang besar. Kelompok tersebut menganggap Kebijakan AS semata – mata untuk mendukung kekuasaan Marcos, seperti Pangkalan – pangkalan itu sebagai lambang dukungan AS yang tadinya untuk demokrasi PH, tetapi sekarang menjadi lambang dukungan bagi Marcos yang semakin menumbuhkan

 Sumber : Jurnal CSIS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Eksistensi Lenong Betawi di Era Modern

Lenong merupakan teater rakyat Tradisional Betawi berisi pertunjukan silat, bodoran atau lawak dan menggunakan musik Gambang Kromong dalam setiap pertunjukan. Pertunjukan Lenong mempunyai dua jenis cerita, pertama cerita yang mengisahkan seribu satu malam dalam kerajaan disebut dengan Lenong Dines. Sedangkan Lenong yang mengisahkan cerita tentang para jawoan Betawi disebut dengan Lenong Preman. Dalam pertunjukannya para pemain laki-laki disebut dengan Panjak sedangkan para pemain wanita disebut Ronggeng. Awalnya Lenong tumbuh secara tradisional dengan menampilkan cerita jagoan Betawi seperti si Pitung, si Jampang dan Nyai Dasima. Pertunjukannya dilakukan di panggung sederhana, dengan fungsi untuk memeriahkan acara keluarga. Namun seiring perkembangan zaman dan banyaknya urbanisasi membuat tanah lapang mulai berkurang. Hal tersebut membuat Lenong tampil di gedung pertunjukan seperti Taman Ismail Marzuki. Selain itu sikap Gubernur Ali Sadikin yang menggalakan Titik Balik Kebetawian mem...

Peristiwa Semanggi 1998 dalam Pandangan KontraS

Sebelumnya kita membahas apa itu KontraS? terlebih dahulu. Kontras lahir pada 20 Maret 1998 merupakan gugus tugas yang dibentuk oleh sejumlah organisasi   civil society   dan tokoh masyarakat. Dalam beberapa pertemuan dengan masyarakat korban, tercetuslah ide untuk membentuk sebuah lembaga yang khusus menangani kasus-kasus orang hilang sebagai respon praktik kekerasan yang terus terjadi dan menelan banyak korban. Pada saat itu seorang ibu yang bernama Ibu Tuti Koto (Ibunda dari korban penghilangan paksa, Yani Afri) mengusulkan dibentuknya badan khusus yang merespon bentuk-bentuk Pelanggaran HAM, khususnya penculikan dan penghilangan paksa di Indonesia. Disepakatilah sebuah nama komisi untuk orang hilang dan korban tindak kekerasan dengan nama KontraS. Dalam perjalanannya KontraS tidak hanya menangani masalah penculikan dan penghilangan orang secara paksa tapi juga diminta oleh masyarakat korban untuk menangani berbagai bentuk kekerasan yang terjadi baik secara vertikal di Aceh...

Wisata Belajar di Museum Satria Mandala

Museum Satria Mandala ini dulunya dikenal sebagai Wisma Yoso, yaitu tempat kediaman Ratna Sari Dewi Soekarno dan tempat Bung Karno disemayamkan sebelum dimakamkan di Blitar, Jawa Timur. Di Museum ini tersimpan berbagai benda bersejarah yang berkaitan dengan perjuangan TNI dan tahun 1945 sampai sekarang, seperti berbagai senjata berat maupun ringan, peluru, atribut ketentaraan, panji-panji, dan lambang-lambang di lingkungan TNI, kendaraan perang seperti tank dan panser, dan juga pesawat terbang. Pada tanggal 15 November 1971 kediaman Ibu Ratna Sari Dewi Soekarno dibuka dan direnovasi menjadi Museum, dengan luas tanah kurang lebih sekitar 5,6 hektar. Setahun kemudian pada 5 Oktober 1972, Museum ini diresmikan oleh Bapak Soeharto. Arti dari Satria Mandala itu sendiri adalah tempat berkumpulnya para ksatria atau pahlawan, adapun yang terdapat dalam Museum ini tidak semuanya asli ada pula replika. Ruangan yang pertama yaitu panji-panji sebagai jantung dari Museum, dahulunya sebagai tempat...